Rabu, 14 Juni 2017

Pembelajaran tematik kurikulum 2013

 BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar belakang

            Pada tahun 2013 pemerintah telah mencanangkan kurikulum 2013 yang saat ini sudah diaplikasikan, pada kurikulum 2013 terdapat beberapa perbedaan yang signifikan dari kurikulum sebelumnya. Salah satunya adalah dimunculkannya pembelajaran tematik yangmenggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa, Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus, pembelajaran tematik ini khususnya ditujukan untuk siswa sekolah dasar tingkat rendah,Proses pembelajaran ini masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.

Kurikulum 2013 berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya,dengan pola pendekatan tematik ini, buku-buku siswa SD tidak lagi dibuat berdasarkan mata pelajaran, namun berdasarkan tema yang merupakan gabungan dari beberapa mata pelajaran yang relevan dengan kompetensi di SD. Hal ini sebagai upaya penyederhanaan, dalam wujud tematik-integratif yang bertujuan mencetak generasi yang siap dalam menghadapi masa depan.

B.    Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini kita akan membahas tentang:
1.      Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Tematik?
2.      Bagaimana karakteristik pembelajaran Tematik?
3.      Apa tujuan dari pembelajaran tematik?
4.      Apa manfaat dari pembelajaran tematik?
5.      Apa saja keunggulan dan kelemahan pembelajaran tematik?
6.      Bagaimana peran guru dalam pembelajaran tematik?

C.    Batasan Masalah
Dalam pembahasan masalah penulis membatasi ruang lingkup hanya pada keenamaspek tersebut diatas

D.   Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas,maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Pengertian dan konsep pembelajaran tematik
2.      Karakteristik pembelajaran tematik
3.      Tujuan pembelajaran tematik
4.      Manfaat pembelajaran tematik terpadu
5.      Keunggulan dan kelemahan pembelajaran tematik
6.      Peranan guru dalam pembelajaran tematik


BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A.     Pengertian dan Konsep Pembelajaran Tematik

Pembelajaran Tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.
Konsep pembelajaran tematik merupakan pengembangan pemikiran dari dua tokoh pendidikan yakni Jacob (1989) dengan konsep pembelajaran interdisipliner dan Fogarty (1991) dengan konsep pembelajaran terpadu.Pembelajaran tematik tidak bisa diterapkan pada semua tingkatan kelas serta seluruh bidang studi, ada batasan-batasan tersendiri atau ruang lingkup yang menjadi sasaran pembelajaran tematik.Adapun ruang lingkup tersebut adalah sebagai berikut: pada tingkatan kelas tematik diberikan pada kelas I – III Sekolah Dasar, dan pada bidang studi Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan, Kerajinan Tangan dan Kesenian, serta Pendidikan Jasmani.

B.      Karakteristik Pembelajaran Tematik
Pembelajaan tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa isi mata pelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.Menurut Depdiknas (2006) pembelajaran tematik di kelas awal sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

Berpusat pada siswa
Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subyek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar

2.      Memberikan pengalaman langsung
Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak

3.      Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa

4.      Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari


5.      Bersifat fleksibel
Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada

6.      Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Pembelajaran tematik mengadopsi prinsip belajar PAKEM yaitu pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan dan menyenangkan

a.      Aktif: Bahwa dalam pembelajaran peserta didik aktif secara fisik dan mental dalam hal mengemukakan penalaran (alasan), menemukan kaitan yang satu dengan yang lain, mengkomunikasikan ide/gagasan, mengemukakan bentuk representasi yang tepat dan menggunakan semua itu untuk memecahkan masalah.
b.      Efektif: Berhasil mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan.
c.       Kreatif: Dalam pembelajaran peserta didik melakukan serangkaian proses pembelajaran secara runtut dan berkesinambungan.
d.      Menyenangkan: Terpesona dalam keindahan, kenyamanan dan kemanfaatannya sehingga mereka terlibat dengan asyik dalam belajar sampai lupa waktu, penuh percaya diri dan tertantang untuk melakukan hal yang serupa atau hal-hal yang lebih berat lagi.

C.      Tujuan Pembelajaran Tematik
Tematik sebagai suatu model pembelajaran pada Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar kelas awal, memiliki tujuan sebagai berikut:

1.      Peserta ddidik mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
2.      Peserta didik mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.
3.      Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
4.      Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik karena mengaitkan berbagai mata pelajaran dengan pengalaman pribadi dalam situasi nyata yang diikat dalam tema tertentu.
5.      Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan atau pengayaan.

D.     Manfaat Pembelajaran Tematik

1.      Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
2.      Menggunakan kelompok kerjasama, kolaborasi, kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah
3.      Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas yang ramah otak (brain-friendly classroom).
4.      Peserta didik secara cepat dan tepat waktu mampu memproses informasi. Proses itu tidak hanya menyentuh dimensi kuantitas dan kualitas mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan secara siap.
5.      Proses pembelajaran di kelas mendorong peserta didik berada dalam format ramah otak.
6.      Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diaplikasikan langsung oleh peserta didik dalam kehidupannya sehari-hari.
7.      Peserta didik yang relatif mengalami keterlambatan untuk menuntaskan program belajar dapat dibantu oleh guru dengan cara memberikan bimbingan khusus dan menerapkan prinsip belajar tuntas.
8.      Program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian.


E.      Peranan Guru dalam Pembelajaran Tematik

Guru merupakan kunci pokok dalam pembelajaran. Namun, bukan berarti dalam proses pembelajaran hanya guru yang aktif melainkan proses pembelajaran menuntut keaktifan dari kedua subjek pembelajaran yakni guru dan siswa. Akan tetapi peran guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau ketercapaian tujuan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Peran guru dalam proses pembelajaran tematik diantaranya adalah:
A.      Peran Guru sebagai Perencana
Guru harus merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya bersama anak didiknya. Bentuk-bentuk perencanaan pembelajaran yang harus disusun guru adalah: perencanaan tahunan, perencanaan semester, perencanaan mingguan dan perencanaan harian.
B.      Peran Guru Sebagai Pelaksana
Setelah perencanaan selesai disusun, maka kemudia guru melaksanakan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Pada tahap pelaksanaan ini kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan, misalnya mengadakan kegiatan diskusi kelompok dengan konflik sederhana.
C.      Peran Guru sebagai Evaluator
Pada peran guru sebagai elevator, guru melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan.
D.     Selain ketiga hal tersebut, guru juga harus bisa berperan sebagai korektor, inspirator, informatory, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator dan supervisor.


F.       Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Tematik Integratif

1.      Kelebihan Pembelajaran Tematik Integratif
a.                   Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
b.                   Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.
c.                   Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
d.                   Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan  mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
e.                   Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
f.                    Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain.
g.                   Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan sekaligus.

2.      Kekurangan Pembelajaran Tematik Integratif
a.                   Menuntut peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas, kreatifitas tinggi, keterampilan, kepercayaan diri dan etos akademik yang tinggi, dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi.
b.                   Dalam pengembangan kreatifitas akademik, menuntut kemampuan belajar siswa yang baik dalam aspek intelegensi.
c.                   Pembelajaran tematik memerlukan sarana dan sumber informasi yang cukup banyak dan berguna untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.
d.                   Memerlukan jenis kurikulum yang terbuka untuk pengembangannya.
e.                   Pembelajaran tematik memerlukan system penilaian dan pengukuran ( obyek, indikator, dan prosedur ) yang terpadu.
f.                    Pembelajaran tematik tidak mengutamakan salah satu atau lebih mata pelajaran dalam proses pembelajarannya.

BAB III
PENUTUPAN
A.             KESIMPULAN
Model pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menghubungkan sejumlah konsep dari berbagai mata pelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara stimulan.Dalam pembahasan di atas telah diuraikan beberapa pengertian model pembelajaran tematik, pembahasan tentang karakteristik, kelebihan dan kekurangan, tujuan pembelajaran tematik, manfaat serta peranan guru dalam pembelajaran tematik.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik lebih relevan diterapkan pada anak Sekolah Dasar tingkat awal, sebab model pembelajaran ini dapat membantu membangkitkan minat belajar siswa. Karena dalam pengemasan mata pelajaran pada model tematik dipadukan dalam bentuk penyampaian materi yang didalamnya terdapat unsur bermain, sehingga siswa sekolah dasar akan lebih menyukainya.

B.        SARAN
Kiranya model pembelajaran tematik ini lebih bermakna karena siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Berangkat dari hal tersebut, maka kiranya perlu seorang guru atau kita selaku mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang menjadi calon-calon guru untuk memahami tentang model pembelajaran tematik, lantaran model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang dapat dikatakan komperhensif, karena disamping memberikan wawasan pengetahuan kepada siswa, juga merangsang segi afektif siswa itu sendiri.

                                                     Daftar Pustaka
1.      Muslich, Mansur. KTSP PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DAN KONTEKSTUAL (Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah). 2011. Jakarta: Bumi Aksara.
2.      Muzmairoh, Miza Latifah.2013. Kupas Tuntas Kurikulum 2013. Kata Pena.
3.      Implementasi Pembelajaran Tematik SD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013.

4.      Konsep Pembelajaran Tematik Integratif, Diklat Implementasi Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

0 komentar:

Posting Komentar